Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan rapat koordinasi dan persiapan mengenai ketersediaan lahan untuk lokasi pembangunan menara dan perangkat BTS di Kecamatan Paminggir, Rabu (19/9).

Bertempat di Kantor Camat Paminggir, rapat koordinasi ini dipimpin oleh Camat yang diwakili oleh Kasi Pelayanan dan Kesos Kantor Camat Paminggir, dihadiri para Kepala Desa dan perwakilan BPD masing-masing Desa yang wilayahnya merupakan daerah blankspot.

Kepala Dinas Kominfo HSU melalui Kasi Infrastruktur Jaringan Bidang E-Government, Darmika Hermeda mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan adanya program bantuan pembangunan menara BTS Last Mile dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi (BPPPTI) yang kini berubah nama menjadi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Berdasarkan Rapat Koordinasi dan FGD yang diselenggarakan oleh BPPPTI di Jakarta pada Tanggal 9 Juli 2018 dengan Visi “INDONESIA MERDEKA SINYAL 2020”, maka Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan usulan untuk daerah titik lokasi blankspot dan hasil konfirmasi data dari BPPPTI akan mendapatkan bantuan sebanyak 6 titik lokasi/Desa blankspot pembangunan BTS Last Mile,” kata Darmika.

“Adapun 6 lokasi tersebut antara lain Desa Ambahai Kecamatan Paminggir, Desa Sapala Kecamatan Paminggir, Desa Bararawa Kecamatan Paminggir, Desa Pal Batu Kecamatan Paminggir, Desa Palimbangan Sari Kecamatan Haur Gading, dan Desa Banjang Kecamatan Banjang,” ungkapnya.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berharap masyarakat yang berada di lokasi tersebut dapat memahami mengenai proses dan tahapan penerimaan bantuan, yaitu ketersediaan lahan untuk lokasi pembangunan BTS, termasuk bentuk peralihan hak atas tanah dari masyarakat kepada Pemerintah Daerah.

“Sasaran dalam rencana menentukan titik lokasi dibangunnya menara BTS tersebut diharapkan benar-benar strategis serta terjamin keamanannya,” tambah Darmika.

Di samping itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten HSU terus berusaha dan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kominfo RI melalui BPPPTI selaku penyedia, agar bantuan tersebut bisa secepatnya terealisasi.

“Sehingga di daerah yang memang benar-benar kesulitan sinyal seluler (blankspot) dapat teratasi dan bermanfaat sesuai dengan target Program Pemerintah Pusat,” imbuhnya. (Diskominfo/mahdi/indah)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *